Sexy Secret

Ngomong sama orang yang sudah tahu mah sama aja kayak orang bodoh. Karena udah sama-sama tahu, mending saling diam aja dan saling hanyut dengan perasaan masing-masing. Biarkan lirikan mata dan bisikan hati yang berbahasa, serta disaksikan Tuhan yang Maha Kuasa, kalau di antara kita ada hubungan perasaan yang tidak semestinya.

Biarlah, rahasia ini hanya kita berdua yang tahu dan Dia tentunya. Sekalipun kejujuran hatiku menyatakan ini tak akan berlangsung secara dua arah, melainkan arah dari aku sang pemilik perasaan yang besar.

Hanya saja, aku bahagia dengan kenyataan bahwa kau sudah mengetahui rahasia terbesarku, yang tak perlu aku ungkapkan lagi.

Karena cinta tak harus saling memiliki

Hati dan Otak

Dua organ tubuh yang sangat penting, akan tetapi keduanya berbeda cara kerjanya.

Hati bekerja sehalus nurani berkekuatan ketulusan. Sedangkan otak bekerja sekuat baja dengan kekuatan logika.

Namun, keduanya bisa berdebat dalam sebuah konflik, apalagi dalam konflik asmara.

Otak terus menekan hingga konflik bisa dilaksanakan sesuai misi yang direncanakan, akan tetapi hati tetap memperhatikan dengan seksama secara lebih mendalam bersama perasaan dan kejujuran.

Jika konflik sudah memuncak karena misi yang tidak berhasil, otak akan terus memaksa untuk mengambil tindakan lain namun hati akan membatasi hingga tetap berada dalam perasaan murni dan keadaan yang sejujurnya yang diinginkan si pemilik.

Sebagai contoh, ketika seseorang ditolak cintanya oleh sang pujaan hati, maka otak akan bersikeras untuk melupakannya dengan cara apa pun. Namun suatu waktu hati akan hadir dengan membawa perasaan yang sejujurnya bahwa sang pujaan hati masih diingat untuk disayangi.

Kondisi konflik ini akan membawa seseorang dalam keadaan yang disebut galau.


Begitulah kerja antara otak dan hati. Orang yang bisa mengendalikannya adalah orang yang hebat.

P.s : dan, penulis belum bisa mengendalikan keduanya 😔😟😢

Menunggu atau Berharap?

Kali ini saya hanya ingin mengulas tentang arti dari menunggu atau pun berharap. Keduanya sangat dekat, apalagi dalam urusan cinta.

Menunggu merupakan suatu aktivitas yang hanya menerima hasil dari suatu keadaan tetapi ada unsur harapan di dalamnya walaupun tidak mencapai 100%.

Menunggu tidak memiliki kekuatan penuh untuk mencapai sesuatu. Ia lebih dekat kepada pasrah walaupun di dalamnya ada unsur harapan terhadap tujuan yang ingin dicapai.

Berharap merupakan aktivitas yang penuh dengan kekuatan untuk mencapai suatu tujuan.

Sangat berbeda dengan menunggu, berharap lebih memiliki power untuk mencapai suatu tujuan yang tentu di dalamnya ada harapan yang sangat besar.

Namun, keduanya sangat dekat apalagi dalam urusan cinta. Ketika mencintai seseorang yang dia belum membalas atau pun menyatakan persaan yang sama, kata menunggu atau pun berharap akan muncul di benak kita.

Kamu lebih memilih menunggu atau berharap?

Jika ditelisik lebih dalam, menunggu akan memiliki dampak yang sedikit dibandingkan berharap jika tujuan tersebut tidak tercapai.

Misalnya, ketika kamu sedang menyukai seseorang yang dia belum menyatakan apa pun tentang perasaan yang udah kamu utarakan, di satu sisi kamu berharap akan cintanya atau di sisi lain kamu menunggu cintanya.

Jika cinta tak terbalas maka orang yang menunggu akan lebih mudah mengontrol emosinya dibandingkan orang yang berharap.

Akan tetapi, orang yang berharap memiliki kekuatan yang superpower dibandingkan orang yang hanya menunggu untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga, kemungkinan orang yang berharap memiliki persentase yang lebih besar untuk mencapai keberhasilan.

Jadi, kamu lebih memilih menunggu atau berharap untuk cinta sejatimu?

p.s : tulisan ini terinspirasi dari status teman di salah satu medsos yang sedang galau akan harapan cinta sejatinya. Semoga lu menemukan yg terbaik, bro!! 😀😂

PKI Masih Menguasai Pemerintah Indonesia?

Sebuah berita hangat yang masih jadi bahan pembicaraan di berbagai media tentang kemunculan oknum yang mengaku sebagai organisasi yang pernah melukai bangsa ini, yakni Partai Komunis Indonesia. 

PKI yang memiliki lambang berupa palu arit ini, melalui beberapa oknum mencoba mencuat kembali di sektor pemerintahan. Mulai dari media sosial hingga pemberitaan hangat yang bahkan dikait-kaitkan pada beberapa orang yang memiliki pengaruh di Indonesia. Bahkan, lambangnya pun mulai diisukan tengah beredar sejak lama melalui uang kertas yang masih berlaku di negeri ini.

Uang kertas seratus ribu yang dinilai mirip lambang PKI 

(perhatikan lambang 1 yang mirip dengan lambang PKI dan lambang Bank Indonesia pada nomor 2)

Pernyataan yang pernah diisukan ini dan mulai diperhatikan berbagai kalangan sempat membuat para pejabat bank pengatur uang di negeri ini beralasan serta menyatakan itu sebagai rectoverso (sistem pengamanan uang asli) dan mencoba memunculkan uang kertas baru. 

Selain di uang kertas senilai seratus ribu ada juga lambang yang dinilai mirip dengan palu arit di uang dua ribu dan  lima ribu rupiah.

(perhatikan lambang yang mirip dengan palu arit pada uang kertas dua ribu dan lima ribu serta lambang BI pada uang kertas lima puluh ribu rupiah)

Jika benar demikian, apakah PKI masih menguasai negeri ini?

Sudah seharusnya PKI dibumihanguskan dari negeri ini, sebab ia tengah mengingkari landasan negeri ini pada sila pertama.

Coffee

Pahit yang tak bisa dihindari, namun mampu membuat gila.

Manis yang hanya sepersekian persen dari rasa keseluruhan, namun tetap mampu dinikmati penggilanya.

Layaknya cinta, manis terasa disela-sela pahit yang membuncah. Karena ada saat-saat cinta tak harus berasa manis, hanya saja kenangan manis terasa di masa-masa yang pahit, seperti kopi yang pahitnya tak akan bisa dihindari.

Tapi, penggilanya tetap menikmatinya, begitu juga si pecinta yang tak pernah merasa cintanya utuh, tak terbalas, atau tak pernah tersampaikan.

Karena cinta tak harus memiliki. Karena cinta hanya tentang keberanian atau mempersilahkan.

Berkah Hujan

Hujan, memberkahi kami untuk saling bicara lagi.

Untuk saling menatap, setelah pertengkaran usai beberapa waktu yang lalu.

Hujan berkah, memberikan kami moment untuk saling menyunggingkan senyum.

Tapi, hatiku yang rusak tak akan bisa diperbaiki lagi.

Hanya, ingin menjalin hubungan biasa saja.

-bye IM

Lucid Dream : Bukan Sebatas Mimpi

Kalian pernah menonton film Inception?  Awalnya terasa pusing dan membingungkan bukan ketika menontonnya? Begitulah, film tersebut berkisah tentang seorang pengelana mimpi, melalui Lucid Dream. Kalau belum tau apa itu Lucid Dream silahkan tanya mbah google ya guys. Aku tak ingin membahasnya lebih dalam.

Lucid dream, awalnya aku sama sekali tak tahu apa itu. Berwawal dari sebuah grup komunitas, yang tak sengaja mengeluarkan sebuah topik tentang mimpi dan tersebutlah kata Lucid Dream dari salah seorang. Pembahasan semakin ramai tentang Lucid Dream, dan aku sama sekali tak mengetahuinya.

Iseng, mengetikkan kata Lucid Dream pada mesin pencari Google, dan…aku membacanya secara perlahan. Intinya, Lucid Dream itu adalah mimpi secara sadar. Kita merasakan kenyataan di dalam dunia mimpi, dan benar-benar terasa nyata adanya, bahkan kita bisa mengatur mimpi tersebut sesuka hati.

Aku semakin penasaran dan tertarik ingin mencobanya. Jangan salah, trik-trik untuk mengalami Lucid Dream juga begitu banyak di blog-blog Lucid Dreamers Indonesia (silahkan cari saja yaa)

Percobaan pertama, aku berhasil molor. 😀

Percobaan kedua, aku molor lagi. Tapi paginya, tanpa sengaja aku berhasil masuk ke dunia mimpi. Sejak semalam suntuk tak berhasil, setelah membaca teknik-teknik yang ada, paginya aku masih merasa ngantuk dan tidur. Aku mulai bermimipi, dan ternyata aku sadar aku mimpi. Perlahan tubuhku, mulai tertarik, keluar kamarku dan melihat dunia mimpi. Sungguh indah, hijau, banyak burung, kupu-kupu..damai sekali. Padahal, aku hanya keluar rumahku (yang tentu saja tak memiliki halaman, yang di seberangnya hanya ada rumah-rumah tetangga lainnya) Tapi, di dalam dunia mimpi, semuanya berbeda…seperti tempat ternyaman yang pernah kutemui. Hijau nan asri. Tak lama, aku tersadar kembali.

Lucid dream kedua, tanpa ada niat juga, aku tersadar bahwa aku sedang bermimpi. Maka dengan seluruh kekuatan-Nya, aku terputar melalui dunia yang amat gelap, suara bising, bumi yang gelap (bukan bumi sih, tepatnya sebuah benda berbentuk bola yang amat besar) aku menembus dinding, dan menginjak altar selamat datang dunia mimpi. Seperti biasa aku mengecek jariku, ada 12, panjang dan pendek. Aku sangat bahagia. Ketika hendak melangkah, rasa bahagia masih membuncah hingga aku dikembalikan lagi ke dunia nyata. Sial.

Lucid dream ketiga, juga terjadi secara alami. Maksudnya, tak ada niat bahkan teknik yang kulakukan. Aku hanya sadar, bahwa aku sedang bermimpi. Kali ini, aku mencoba mengontrol rasa bahagia, tapi yakin bahwa aku sedang berada di dalam dunia mimpi. Aku ditempatkan di sebuah lapangan, dengan sudut matahari senja yang tajam. Begitu indah sorenya, aku mencoba mengendalikan mimpi, seperti yang orang-orang yang pernah mengalaminya. Aku memikirkan seseorang yang aku suka. Kemudian, tak lama, aku dikirim ke rumahnya, dan aku bertemu dengannya. Aku melihatnya, dan mencoba untuk merayunya. Aku berhasil menciumnya. Aku bahagia, terlalu. Sehingga aku dikembalikan lagi ke dunia nyata.

Ketiga kejadian Lucid dream yang tak mengikuti teknik-teknik yang ada, datang. Aku hanya berpikir sejenak (setelah aku terbangun dari Lucid Dream ketiga) bahwa. Lucid Dream itu nyata adanya, dan bukan sebatas mimpi. Aku yakin bahwa Lucid Dream adalah anugerah, yang kita bisa arahkan sesuai dengan keinginan hati kita masing-masing. Jika ingin mencari inspirasi, bisa saja lewat Lucid Dream, bahkan jika ingin bersenang-senang juga.

Salam, Lucid Dreamers!

*Jangan takut bermimpi, Karena Tuhan memeluk mimpi-mimpimu – Andrea Hirata*

Coffe Break

Coffe break- hal yang paling aku tunggu, setelah berjam-jam pengambilan shoot di suatu lokasi. Sambil minum kopi aku menenangkan pikiran serta melepas lelah setelah bekerja seharian. Menghirup udara sedalam-dalamnya, dan melepaskannya seluas-luasnya. Selalu.

Hari ini, setelah hirupan kopi kedua, aku menarik napas terlalu dalam. Kepalaku, mulai bergoyang. Pandanganku nanar, lamat-lamat kudengar bisikan seseorang.

“Kamu sudah menaruhnya sianida, kan?”

Aku tak bisa menghela napas seluas-luasnya, seperti biasanya saat aku sedang coffe break.

Berpikir Sehat ?

Dokter memvonis Anda sakit, dan itu bukan penyakit biasa, bahkan sangat berbahaya. Bagaimana Anda menyikapinya?

Pernah merasakan hal begituan? Atau keluarga Anda, atau orang-orang tersayang yang ada di sekitar Anda? Menyedihkan emang rasanya. Apalagi, si Dokter menyingung-nyinggung masalah umur yang tak seberapa lagi. Begitu menyeramkan bukan?

Pikiran mulai terganggu, kondisi psikis sudah tak karuan. Jiwa tak stabil, makan tak enak, pikiran kalut kemana-mana…alhasil kehidupan semakin parah.

Sudah saatnya mulai berpikir sehat (?)

Bagaimana?. Mulai berpikir positif, tenang, damai, dan meyakinkan diri bahwa kita tidak apa-apa. Yah, setidaknya berpikir ini bukanlah masalah yang besar. Anggap saja ini adalah teguran dari Yang Maha Kuasa.

Bukankah pada zaman Nabi dikatakan sakit adalah penggugur dosa? Yap, inilah hal yang harus menguatkan hati kita, bahkan menajalar hingga ke seluruh batin, jiwa dan raga. Hati akan menjadi tenang, damai, dan santai.

Eits, jangan hanya berpikiran saja. Itu tidak cukup. Dari pikiran yang sehat, mulailah kegiatan-kegiatan yang sehat. Misalnya, membuat program pola makan sehat,minum obat teratur, olahraga teratur, jadwal istirahat yang cukup. Dan yang paling penting, no neko-neko apalagi melanggar hal-hal yang menjadi pantangan dan bisa menimbulkan penyakit itu lagi.

Terakhir, berdoalah sebanyak-banyaknya kepada-Nya…mudah-mudahan kita diberikan jalan yang terbaik.

Sekalipun endingnya kita mati, bukankah DIA sudah menjanjikan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Yah, setidaknya kita sudah berusaha, bertawakkal, menyerahkan diri sepenuhnya sehingga, kita tak mati sia-sia, apalagi durhaka terhadap-Nya.

Bersiap untuk berpikir sehat?